Jumat, 31 Juli 2015

file renungan

Ketika itu ada salah seorang sahabat yang ingin membalas kebaikan ibundanya dan kemudian dia menggendong ibundanya pergi haji dan jaraknya itu sekian mil bahkan sampai 6 mil dan ketika ibundanya bergerak sedikit saja maka lukalah kulit sahabat itu tapi dia terus berkata, “Aku ikhlas ya Allah untuk ibundaku dia berjalan terus dibawah terik mentari di padang pasir hingga akhirnya dia tiba di ka’bah bahkan ketika thowaf pun ibundanya digendongnyadan terus digendongnya bahkan penuh luka pun di ikhlas menerima itu karena dia berpikir mungkin inilah yang bisa kulakukan untuk ibundaku dan setelah itu dia menghampiri Nabi Muhammad  , “Rasulullah aku sudah menggendong ibundaku dan kemudian ibundaku aku ajak untuk berthowaf dan berhaji, sudahkah aku mampu membalas kebaikan ibundaku,” ternyata Rasululllah  menjawab, “Belum cukup, bukankah ibundamu yang dulu Sembilan bulan mengandungmu dan menggendongmu kemana-mana bukankah ibundamu yang dulu ketika engkau tidak berdaya kemudian digendongnya setiap hari ketika kamu menangis ibundamu yang menggendongmu dengan penuh cinta dan kasih saying,sekarang pantaskah jika kita melawan mereka sekarang kami akan sampaikan hadits nabi tentang dosa yang paling besar lihatlah dengan hatimu, Rasulullah  bersabda, “Maukah kalian aku beritahu dosa yang paling besar?” kami para sahabat menjawab ketika itu ,”Tentu saja ya Rasulullah” kemudian Rasulullah  menjawab,”Yaitu mempersekutukan Allah dan berani pada orang tua, tahukan engkau dosa yang paling besar yaitu mempersekutukan Allah dan berani kepada orang tua. “ sekarang bayangkan sudah berapa lama sepanjang hidupmu engkau berani kepada orang tuamu, sudah berapa lama dalam hidupmu engkau berani membentak ayah ibumu, sudah berapa lama sepanjang hidupmu engkau mengeluarkan kata-kata kasar pada mereka, sudah berapa lama sepanjang hidupmu engkau hanya bisa membuat air mata mereka menetes karena kelakuanmu sekarang bayangkan, seandainya saja engkau mengalami seperti saudara-saudaramu di Aceh ribuan orang menjadi anak yatim piatu mereka tidak punya lagi ayah dan ibu karena ayah dan ibu mereka telah meninggal dunia sekarang bukankah engkau masih memiliki ayah dan ibu tapi bayangkan apa yang selama ini engkau lakukan selama ini pada mereka bayangkan satu persatu sebulan yang lalu engkau pernah melakukan dosa apa pada mereka setahun yang lalu engkau pernah melakukan dosa apa pada mereka, bayangkan dosa apa yang kau lakukan selama ini, bayangkan bukankah engkau selama Sembilan bulan berada di dalam kandungan ibundamu, lupakah engkau selama sembilang bulan engkau dibawa kemanapu ibundamu pergi  lupakah engkau selama Sembilan bulan ibundamu tak pernah mengeluh ketika membawamu kemanapun kau pergi. Bayangkan saat saat itu berapa berat perjuangan ibundamu bayangkan ibundamu mual mual karena engkau ada di dalam ibundamu tak bisa tidur karena engkau ada di dalamnya bayangkan ibundamu tak bisa menghadapkan tubuhnya kebawah karena engkau ada di dalamnya bahkan setiap malam ibundamu berdoa ayahmu mengelus perut ibumu seraya berdoa Allah selamatkan anak ini ya allah jadikan anak ini sebagai anak yang sholeh yang sholehah ya allah yang berbakti padamu cinta padamu Allah setiap malam mereka memohon kepada Allah agar engkau terlahir dengan selamat bayangkan betapa pengasih penyayangnya ibumu dan ayahmu padamu bayangkan engkau menangis tak menjadi derita mereka bayangkan setelah Sembilan bulan lamanya engkau berada di kandungan ibundamu ibundamu pun harus berjuang untuk melahirkanmu dengan bersimbah darah ibundamu berjuang melahirkanmu dengan rasa sakit yang teramat sangat ibundamu berjuang melahirkanmu bahkan dia rela meninggal dunia asalkan dia selamat. Bahkan dia berdoa selamatkan anakku ya Allah dia tidak berdoa untuknya tapi berdoa untukmu, berdoa untukmu ayahmu pun begitu tegang ayahmu pun memanjatkan doa kepada Allah bukan ibumu yang didoakan tapi engkau ayahmu berdoa kepada Allah, “Selamatkan anakku ya Allah.” Bayangkan lupakah engkau akan hal itu bahkan ketika engkau lahir dengan selamat mereka pun langsung bersyukur mengucap terima kasih ya Allah engkau berikan kami seorang anak ya allah terima kasih ya Allah, dan dengan penuh cinta ibundamu bertanya kepada dokter, “Mana anakku dokter aku ingin melihatnya dokter dan kemudia ibundamu mulai menghitung jemarimu dan ketika ibundamu tahu engkau terlahir dengan sempurna ibundamu kembali bersyukur mengucapkan terima kasih ya Allah kau berikan kami anak yang sempurna kemudian setiap malam kau menangis ibundamu pun terbangun dan berkata mengapa kamu menangis nak mari nak peluk ibu nak mari nak kemudian ayahmu pun terbangun dan membelai lembut tubuhmu dan berkata, “Ayah bersamamu nak jangan menangis lagi anakku sayang.” Dan kemudian mereka mulai mengajarimu berjalan bayangkan siapa yang membuatmu bisa berjalan hingga saat ini karena mereka yang mengajarimu dengna sabar dan ketika engkau terjatuh mereka pun merasakan kesakitan dan kemudian mereka mulai mengajarimu berbicara satu kata demi kata kalimat demi kalimat mereka ajarkan dengan penuh kasih sayang hingga akhirnya engkau bisa berbicara tahun demi tahun dan sekarang engkau sudah menjadi seorang anak yang remaja setelah kasih sayang yang ayah ibumu berikan padamu sedemikian rupa tak pernah meminta balas padamu setelah mereka begitu cinta padamu memberikan kasih sayangnya  dengan penuh ketulusan sekarang bayangkan apa yang kamu lakukan kepada mereka bayangkan apa yang kamu lakukan kepada ayah dan ibumu bayangkan kapan kamu membentak ayah ibumu dengan kata-kata kasar pantaskah engkau membentak-bentak mereka pantaskan engkau membentak ibumu yang Sembilan bulan mengandungmu dan berjuang untuk mu ketika melahirkan pantaskan engkau membentak ayahmu yang setiap hari pergi pagi pulang malam untukmu karena ingin memberikan yang terbaik untukmu pantaskah sudah berapa lama kau lakukan itu sudah berapa lama engkau bahkan tak membuatnya tertawa. Sudah berapa lama engkau setiap hari bahkan sering membentaknya membantahnya menyakiti hatinya bahkan membuat air matanya menetes karena ucapan-ucapanmu karena kelakukanmu. Sekarang bayangkan jika engkau mengalami seperti yang dialami oleh saudara-saudaramu di Aceh mereka telah kehilangan ayah dan ibunya barulah mungkin engkau menyesal mengapa sepanjang hidupnya aku tak berbuat baik kepada mereka tapi sudah terlambat bayangkan apa yang engkau lakukan selama ini pada mereka. Lalu bayangkan pula apa yang mereka lakukan padamu selama ini bayangkan apa yang kulakukan selama ini pada mereka sekarnag jawab semua mengapa engkau menangis engkau menangis terharu karena ingat dengan tulang dan dagingnya atau karena ingat kasih sayangnya jawab. Jawab semua engkau menangis dan terharu karena teringat akan telinga ibumu atau teringat kasih sayang ibumu jawab engkau menangis dan terhadu karena ingat para kaki ayahmu atau tanggung jawab ayahmu jawab semua engkau menangis karena teringat rambut ayah ibumu atau teringat betapa sabarnya mereka sekarang jawab semua siapakah yang meniupkan sifat kasih sayang dalam hati ibumu siapakah sang maha pengasih maha penyayang itu jawab siapakah yang meniupkan sifat sabar dalam hati ayah ibumu siapakah sang maha sabar itu siapakah As Shobur itu lalu ketika engkau bentak ayah dan ibumu siapa yang egkau bentak sebenarnya sudah berapa lama kau lakukan itu bayangkan padahal Allah lah yang meniupkan sifat kasih sayang dalam hati ayah dan ibumu Allah curahkan kasih sayangnya melalui ayah dan ibumu tapi sudah berap lama engkau mengabaikan kasih sayang ibumu sudah berapa lama engkau abaikan sifat tanggung jawab ayahmu sekarang tidakkah engkau ingat bahwa engkau pernah berjanji kepada Allah untuk senantiasa mengasihi dan menyayangi ayah ibumu lupakah engkau bahwa engkau pernah berjanji kepada Allah engkau menangis bukan karena rindu pada ibumu tapi siapa yang engkau rindukan sebenarnya sekarang jawab siapakah sang maha pengasih dan maha penyayang itu apakah engkau rindu pada ibu atau ayahmu kau rindu ibumu atau Allah tapi sudah berapa lama engkau abaikan hal itu. Sekarang angkatlah tanganmu minta ampun kepada Allah.